Bisakah kau menjadi setitik hujan di bulan Mei untukku?
Atau menjadi secercah cerah di bulan Desember untukku?
Bisakah kau??
Hanya untukku???
Sekali ini saja, aku ingin menjadi seorang egois
Layaknya anak kecil yang mempertahankan permen-permen di tangannya
Aku tidak akan memberikan hujan bulan Mei-ku
Aku tidak mau membagi cerah bulan Desember-ku
Itu semua hanya milikku
Aku tidak peduli orang lain terbakar terik matahari bulan Mei
Atau kesal pada derasnya hujan bulan Desember
Aku tidak peduli
Itu urusan mereka
Biarkan saja semesta marah padaku
Dan mengutukku karena telah lancang melawan arus
Aku hanya ingin kau yang menjadi hujan bulan Mei-ku
dan cerah bulan Desember-ku
Hujan bulan Mei-ku hanyalah milikku
Cerah bulan Desember-ku juga hanya milikku
Dan kau??
Bisakah kau??
Menjadikan itu dirimu??
Hanya untukku???
North Bali, 06032012
(PoE)
Kumpulan inspirasi dalam bentuk tulisan. Karena menulis merupakan sebuah proses pengejawantahan kehidupan melalui kata-kata yang akan tetap bisa dibaca walau kita sudah mati.
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Maret 2012
Senin, 27 Februari 2012
"i"
"i"
Hidup memang tak sebatas pagi
Yang datang samar-samar membawa matahari
dan burung-burung gereja yang mulai bernyanyi
Nafas-nafas juga tidak akan habis
pada pukul sepuluh atau saat minum teh sore hari
Hari ketika satu persatu putik-putik padi kian berisi
Bulir-bulirnya bernas menampung berkah bumi
Maka berbahagialah mereka, wahai anak-anak petani
Menyusuri pematang-pematang dan air yang mengalir
Melempar senyuman tanda siap menghalau sepi
Sepi bukanlah masalah sendiri
Apalagi masalah kekasih
Sepi adalah ketika kau tidak bisa mengendalikan diri
dan mengekang hati untuk sebuah inspirasi
Sepi bukan juga masalah tetangga sebelah kanan atau kiri
Yang pergi malam pulang pagi
Sepi juga adalah saat kita bisa memberi tapi tidak berbagi
Berbagi sudah tidak lagi menjadi budaya negeri
Apalagi makanan sehari-hari
Berbagi hanya untuk diri sendiri bukan orang lain
Berbagi duit berbagi tempat dan berbagi cinta kasih
Berbagi saat perlu lalu pergi jika tidak perlu lagi
Lagi dan lagi selalu seperti ini
Mencari namun tak pernah menemui
Menunggu namun tak pernah menanti
Lelah sudah membaca abjad berkali-kali
a b c d e f g h i i i i i i i i i i i i i i i i
i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i i
i !
PoE
(North Bali, 20,26,27 Februari 2012)
Rabu, 14 September 2011
Percakapan Senja
Apa kau masih bisa mendengarnya, sayang?
Desahan angin kemarin sore
Saat kita berpegangan tangan
Dan kau menatap dalam ke mataku
Di lembah kita, lembah mandalawangi
Kau tahu, sayang?
Aku sempat melihat seekor rusa mengamati kita
Tapi saat ia sadar aku melihatnya, secepat kilat ia menghilang ke balik semak-semak
Ah, mungkin ia malu
Atau mungkin ia iri melihat kita
Saat kau mencium keningku dan aku merasakan ketulusan di balik itu
Aku tahu, sayang
Matahari yang kita lihat kemarin sore tidak akan pernah kembali lagi
Menjadi matahari dengan lembayung yang sama
Tapi matahari tetaplah matahari
Ia pasti akan kembali
Untuk bumi yang ia cintai
(north bali,14-15/09/11)
Desahan angin kemarin sore
Saat kita berpegangan tangan
Dan kau menatap dalam ke mataku
Di lembah kita, lembah mandalawangi
Kau tahu, sayang?
Aku sempat melihat seekor rusa mengamati kita
Tapi saat ia sadar aku melihatnya, secepat kilat ia menghilang ke balik semak-semak
Ah, mungkin ia malu
Atau mungkin ia iri melihat kita
Saat kau mencium keningku dan aku merasakan ketulusan di balik itu
Aku tahu, sayang
Matahari yang kita lihat kemarin sore tidak akan pernah kembali lagi
Menjadi matahari dengan lembayung yang sama
Tapi matahari tetaplah matahari
Ia pasti akan kembali
Untuk bumi yang ia cintai
(north bali,14-15/09/11)
Langganan:
Postingan (Atom)